Study & Scholarships

The Interview Round: A Guide for LPDP Hopefuls

5b74d67c1e176009614188Sebagai salah satu penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), salah satu hal yang belakangan sering ditanyakan pada saya (dan sering saya tanyakan juga sebelumnya, haha) adalah bagaimana proses wawancara berlangsung dan bagaimana menghadapinya.

Alhasil, saya memutuskan untuk menuliskannya dalam tulisan ini. Harap diingat ya, ini berdasarkan situasi pada tahun saya mengikuti interview (tahun 2014), sehingga mungkin untuk alur prosedur sudah mengalami beberapa perubahan. Silakan disimak! ūüôā

On Schedules

Tahap seleksi ini biasanya berlangsung selama dua hari. Kalau dari pengalaman saya, biasanya semua peserta akan diminta untuk hadir pada hari pertama untuk pembukaan dari panitia LPDP serta pembagian jadwal dan kelompok. Pembagian ini baru diumumkan setelah pembukaan selesai, dan terdiri dari dua bagian, yakni jadwal dan kelompok wawancara dan jadwal dan kelompok LGD.

Apakah ini berarti bahwa wawancara akan dilakukan secara berkelompok?

Tidak. Biasanya para kandidat akan dikelompokkan sesuai dengan bidang masing-masing, dan setiap kelompok akan mendapat tim pewawancara yang sama. Namun, wawancara akan tetap dilakukan secara individual.

What to Expect

Expect to wait ‚Äď or to not wait at all.

Pengalaman saya adalah urutan wawancara cukup acak, sehingga terkadang meskipun nama kita dimulai dengan abjad awal, masih bisa mendapatkan urutan akhir dan sebaliknya. Jadi siapkan diri untuk menunggu nama kita dipanggil untuk waktu yang lama (saya menunggu selama sekitar 9 jam!). Untungnya saya membawa buku bacaan dan catatan persiapan wawancara, yang cukup membantu menghabiskan waktu. Waktu menunggu yang lama tersebut juga memberikan saya kesempatan untuk berkenalan dan bertukar cerita dengan kandidat-kandidat lainnya, dan ini salah satu hal yang paling menyenangkan! Di sisi lain, kita juga perlu menyiapkan diri untuk dipanggil di urutan awal. Intinya, siapkan mental untuk menghadapi kedua kemungkinan tersebut.

Expect to be asked questions related to:

Yourself. Ini berarti pertanyaan tentang latar belakang, keluarga, sekolah, serta universitas dan program yang kita tuju. Ada beberapa pewawancara yang meminta kita menceritakan, ada juga yang langsung tanya-tanya to the point. Saran saya, disiapkan aja narasi pendek yang menarik untuk memperkenalkan diri kita, jadi kita akan lebih siap kalau diminta seperti itu.

Your essays. Salah satu persyaratan seleksi administrasi adalah membuat dua esai mengenai peran kita bagi Indonesia dan definisi kesuksesan menurut kita. Kadang pertanyaan yang ditanyakan para pewawancara akan berhubungan dengan esai-esai tersebut, jadi pastikan bahwa kita memang menguasai esai-esai tersebut dan tidak membuatnya secara asal-asalan. Penting juga untuk memastikan bahwa jawaban kita konsisten dengan esai yang kita tulis.

Your field of study. Ini kemungkinan besar pasti ditanyakan, jadi siapkan diri untuk menjawab mengenai bidang studi kita, apa yang akan kita pelajari, mata kuliah yang akan kita ambil, rencana penelitian (tesis atau disertasi), urgensi penelitian tersebut bagi Indonesia, dan profesor yang akan (atau kita rencanakan untuk) menjadi supervisor. Pastikan bahwa kita dapat menjelaskan rencana studi kita secara matang dan terperinci, semakin detil semakin baik.

Your activities. Entah kegiatan ekstrakurikuler atau pekerjaan kita saat ini. Sebisa mungkin, tonjolkan kegiatan yang menunjukkan pengalaman dan sisi kepemimpinan kita, dan apa yang kita pelajari dari kegiatan-kegiatan tersebut.

Your leadership skills. Salah satu visi LPDP adalah mencetak pemimpin-pemimpin bangsa, atau setidaknya pemimpin di bidang kita masing-masing, jadi kemungkinan besar kita akan ditanyakan pertanyaan terkait hal tersebut, misalnya: kita jenis pemimpin yang seperti apa, apa pengalaman kepemimpinan kita, bagaimana kita menangani masalah dalam tim, dan lain sebagainya.

Your personality. Salah satu pertanyaan yang kerap ditemui dalam wawancara apapun: apa kelebihan dan kelemahan kita? Tentu saja menjawabnya pun harus berstrategi. Jelaskan kelebihan kita secara wajar (hindari kesan pamer!) dan jelaskan kekurangan kita secara lugas namun diplomatis. Jelaskan mengapa kekurangan tersebut kita anggap merugikan dan apa upaya kita untuk memperbaikinya.

(Pengalaman saya pribadi adalah tidak diminta menjelaskan kekurangan dan kelebihan, namun ditanyakan pertanyaan yang lebih menjebak:¬†‚ÄúBagaimana teman-teman kamu memandang kamu?‚Ä̬†Haha, saya bingung setengah mati menjawabnya, tapi saya tetap senyum-senyum saja. Pertanyaan seperti ini dilematis karena kalau saya menjawab dengan nada membanggakan diri, misalnya, ‚ÄúRamah, baik hati dan tidak sombong,‚ÄĚ tentu akan dipandang dengan aneh oleh para pewawancara. Di sisi lain, saya tidak mungkin menjatuhkan diri sendiri, kan. Akhirnya saya menjawab dengan jawaban yang ‚Äútengah-tengah‚ÄĚ, tidak terlalu bagus dan tidak terlalu negatif, ‚ÄúTeman-teman saya¬†mungkin¬†menganggap saya naif.‚ÄĚ Lalu setelah saya menjabarkan poin tersebut, saya menutupnya dengan penjelasan mengenai upaya saya untuk mengatasi hal tersebut.

Your adaptability.¬†Sepengetahuan (sok tahu) saya,¬†LPDP mencari orang-orang yang mandiri, tangguh, dan mampu beradaptasi dengan cepat. Jadi pertanyaan seperti bagaimana kita akan beradaptasi dengan kehidupan di luar negeri sangat mungkin ditanyakan, terutama kalau belum tampak dari pertanyaan-pertanyaan sebelumnya. Kalau kita punya pengalaman hidup di luar negeri atau di luar kota secara mandiri, kita bisa menceritakan pengalaman tersebut. Kalau tidak, kita bisa menyebutkan mengenai tantangan beradaptasi yang mungkin kita hadapi nantinya, dan bagaimana kita akan menangani permasalahan tersebut. Hal ini akan menunjukkan bahwa kita realistis dan siap menghadapi tantangan yang akan hadir di lingkungan baru, dan tidak lantas ‚Äėsilau‚Äô dengan apa yang kita lihat di TV. Yang terpenting adalah¬†membuktikan¬†bahwa kita tidak sekadar manis di mulut saja, jadi pengalaman pribadi sangat penting untuk diceritakan.

Your vision and contribution.¬†¬†Salah satu hal terpenting yang perlu dilakukan dalam menghadapi¬†semua¬†wawancara adalah mencari tahu apa visi dan misi program atau instansi yang kita lamar, dan menunjukkan bahwa visi-misi personal kita¬†sejalan¬†dengan visi-misi mereka. Basically, LPDP mencari orang-orang yang nasionalis, yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi negara. Nah, kalau kita tipe¬†scholarship hunter¬†yang cuman pengen mendapatkan beasiswa buat jalan-jalan dan kemudian tinggal di negara orang, biasanya akan terdeteksi oleh mereka ‚Äď dan,¬†bye!¬†Jadi menurut saya aspek ini bukan sesuatu yang bisa dikarang menjelang wawancara, tapi sesuatu yang memang sudah menjadi ambisi dan visi pribadi kita. Tunjukkan, dan buktikan, bahwa kita orang yang nasionalis dan kontributif, bukan benalu penghisap uang rakyat*.

(*ceritanya dramatis :p)

Expect the unexpected:

Salah satu hal yang saya temui dari pengalaman pribadi maupun teman-teman saya adalah bahwa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seringkali random dan tidak kita perkirakan sebelumnya.

Misalnya, apa makna nasionalisme dan integritas menurut kita? Apa moto hidup kita? Apa pesan orang tua saat kita kecil yang masih kita ingat? Apakah kita punya pasangan? Apa yang akan kita lakukan kalau bertemu dan menikah dengan orang asing? (*eaaaaa)

Selain itu, bisa saja kita diminta untuk menyanyikan lagu nasional, atau menyebutkan seluruh sila Pancasila (saya dan teman sampai menghafalkan Pancasila dalam bahasa Inggris, untuk berjaga-jaga).

Saya sendiri tidak mendapatkan pertanyaan-pertanyaan tersebut, tetapi lebih ditanyakan mengenai contoh kasus yang terkait dengan bidang studi saya dan pendapat saya mengenai kasus atau isu tersebut.

Expect to answer in English, Indonesian, or both:

Dalam bahasa apakah wawancara dilakukan? Tergantung pewawancaranya. ūüėõ

Saya pribadi diwawancara dengan menggunakan bahasa Indonesia, tapi banyak juga yang diwawancara dengan full English atau setidaknya dwibahasa. Jadi, pastikan bahwa kita siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan paling teknis dan paling random sekalipun dalam kedua bahasa tersebut.

Expect your personality to be assessed.

Tim pewawancara LPDP terdiri dari tiga orang, yakni dua profesor/ahli dan satu psikolog. Karena itu, jangan coba-coba membohongi mereka karena seringnya malah ketahuan dari bahasa tubuh kita… So how do we have to behave? Tunjukkan attitude yang positif, sopan, dan punya sense of humility. Tetapi selain itu, just be our best selves and don’t pretend to be someone we’re not. Karena itulah,

Expect them to get all ‚Äėup close and personal‚Äô.

Sangat mungkin para pewawancara menanyakan hal-hal yang bersifat personal terkait diri kita. Beberapa orang bahkan sempat menangis saat wawancara karena menceritakan hal-hal yang amat pribadi atau berhubungan dengan masa lalu,¬†stuff like that.¬†Saya sempat ditanyakan oleh sang psikolog, apa yang menjadi landasan bagi saya dan membuat saya kuat dalam masa-masa sulit? Tanpa berpikir, saya menjawab ‚Äúkeluarga‚ÄĚ. Saya menceritakan mengenai orang tua saya, dan dasar anaknya memang agak sensitif, suara saya sempat tercekat ketika menyebutkan serta membayangkan adik-adik saya.¬†I was lucky they didn‚Äôt prompt me any further ‚Äď ¬†I was¬†so¬†close to tears at that moment.

Random Tips

Jangan lupa membawa berkas lengkap! Tidak hanya dokumen asli yang diminta untuk dibawa oleh LPDP (LoA kalau ada, Transkrip, Surat Izin Belajar/Surat Tugas, Surat Pernyataan bermaterai, TOEFL/IELTS, surat rekomendasi), tapi bawa juga print-out formulir pendaftaran LPDP yang telah diisi secara online dan esai-esai saat seleksi administrasi. Hal ini terbukti berguna karena laptop salah satu pewawancara saya error jadi tidak bisa melihat data saya, untungnya saya membawa print-out formulir pendaftaran.

Jangan lupa berdoa dan meminta doa orang tua dan orang-orang!¬†Namanya seleksi wawancara, hasilnya sangat subyektif dan kadang ‚Äúfaktor X‚ÄĚ pun sangat berpengaruh, termasuk doa dari banyak orang.

(Try to) Be in the best of moods!¬†Wajar jika kita gugup menghadapi wawancara, tapi berusahalah sebisa mungkin untuk menjaga¬†mood¬†kita tetap baik sebelum wawancara. Kita yang paling mengenal diri kita kan,¬†so do what makes you happy. Sebagai orang terakhir yang dipanggil wawancara, saya memang menganggur seharian, tapi sejujurnya ‚Ästthat day was super fun!¬†Saya menjalani ‚Äėpenantian‚Äô tersebut dengan sahabat saya, mengobrol seru dengan beberapa teman, berkenalan dengan banyak orang baru dan secara tidak disangka-sangka bertemu dengan teman masa kecil. I was so happy that day that when I entered the interview room it probably showed and gave the interviewers a good impression, I don‚Äôt know. Hal yang mau saya tekankan hanyalah, kalau kita bersikap positif, orang lain pun akan merespon kita secara positif.

Namun,

ada kalanya juga ketika kita merasa telah melakukan semuanya, dan telah memberikan yang terbaik, namun masih tidak lolos. Ini TIDAK berarti kita tidak¬†qualified.¬†Kadangkala ini hanya berarti bahwa profil kita tidak sesuai dengan visi-misi LPDP ‚Äď dan ini tidak membuat kita buruk karenanya. Kadang ini berarti kita kurang mempersiapkan diri. Kadang ini berarti kita harus belajar dari kesalahan dan mencoba lagi. Apapun itu, ingatlah satu hal:¬†our time WILL come.

So go get ‚Äėem, guys! Break a leg! =)

(Credits to Indah Gilang Pusparani for her valuable inputs.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.