Study & Scholarships

IELTS 101

Karier dan Beasiswa Chit Chat Session, 15 Desember 2015

IELTS itu apa sih?
Tes sertifikasi yg menguji kemampuan bahasa Inggris melalui 4 section: listening, reading, writing, speaking.

Bagaimana belajar IETLS dengan efektif?
Tergantung orangnya. Kalau merasa percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggris dan sering menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, bisa belajar sendiri dengan cara latihan soal (simulasi tes) sebanyak mungkin.
Kalau jarang belajar bahasa Inggris, nggak bisa disiplin dedikasikan waktu belajar sendiri, dan punya target ielts di atas 6, sebaiknya ikut les preparation.

Rekomendasi buku :
IELTS terbitan Cambridge, ada 10 seri. Kalau untuk belajar bahasa Inggrisnya sendiri, cari terbitan Heinle atau Oxford.

Rekomendasi website:
ieltsessentials.com, takeielts.britishcouncil.org/prepare. belajar dr youtube juga lumayan membantu untuk mendapatkan tips dan contoh speaking.

Plus minus belajar di lembaga dan les privat?
Belajar private lebih fokus, jadwal lebih fleksibel, dan rich feedback, sedangkan kalau di lembaga feedbacknya kurang intensif. Ini berlaku terutama untuk section Speaking dan Writing.
Kalau di lembaga kelebihannya mendapatkan buku, banyak teman untuk belajar kelompok, dan pengajarnya mungkin lebih profesional sehingga tips & tricknya bisa lebih banyak.

Mekanisme IELTS?

  1. Listening, 40 questions, 4 sections: percakapan, monolog, dan diskusi. time: 30 min
    2. Reading, 3 long texts, 40 questions. time: 60 min
    3. Writing, 2 essays @ 150 dan 250 words minimum. time: 60 min
    4. Speaking, 3 sections. time: max 15 min

Tantangan dan tips untuk masing2 section?

  1. Listening: Salah satu tantangannya adalah aksen bagi yang mungkin kurang terbiasa. Untuk IELTS, aksen speakers biasanya British, Australian/NZ, atau bahkan Indian English.

Tips:
– manfaatkan waktu semaksimal mungkin setiap dikasih waktu untuk baca dulu pertanyaannya. Supaya nanti ada bayangan recordingnya akan seperti apa.
– fokus pada mengerti percakapannya! konsentrasi
– section 1: hati2 dengan spelling (angka dan alamat)
– section 2-4: waspada dengan paraphrase dan jangan menggantungkan diri dengan keyword pertanyaan
– perhatikan signpost (so, now, next..)
– benar2 perhatikan instruksinya (no more than 2 words, dsb)
– spelling dan grammar juga harus betul

2. Reading: Karena males baca, apalagi kalau ngga ngerti topiknya, kadang kita terintimidasi duluan dan nggak fokus, akhirnya lama banget ngerjainnya.

tips:
– skimming & scanning
– baca lebih teliti untuk pertanyaan mengenai heading
– pertanyaan true/false/not given biasanya tricky, harus banyak latihan.

  1. Writing: paling menantang! agak susah untuk dapet nilai bagus karena aspek yang dinilai banyak: vocab, spelling, struktur, kesesuaian dgn task, opini, grammar, plus subjektivitas reviewer.

tips:
– task 1 itu diminta nulis summary chart/graph min 150 kata. essai harus dimulai dengan kalimat pembuka dan kalimat penutup. keberhasilan pada task ini dinilai dari cara kita memahami data dan menyimpulkan tren atau overview dr data tsb. Jadi betul-betul sediakan waktu untuk mengerti grafiknya sebelum nulis. Jangan lupa struktur essai juga harus runut. ingat, hanya summary, jangan sampai menuliskan opini kita tentang informasi tersebut.
– task 2 itu argumentative essay min 250 kata. Sebelum mulai, sediakan waktu 5 menit untuk bikin outline/kerangka tulisan. p1: pembukaan dan thesis statement. p2: argumen dgn penjelasan dan contoh. p3: argumen 2 dgn penjelasan dan contoh. pterakhir: wajib kesimpulan.
– yg harus diperhatikan dalam menulis: pertanyaan/prompt, struktur, argumen yang kuat (didukung contoh/ilustrasi), vocab, grammar & spelling, waktu.
– untuk vocab, perbanyak paraphrase, manfaatkan kata hubung
– harus seimbang antara kalimat panjang dan kalimat pendek
– jangan lupa manajemen waktu
– kuncinya: banyak latihan dan minta feedback dari temen yang lebih jago. jangan underestimate walau undah sering nulis dengan bahasa inggris.

  1. Speaking: ielts lebih enak tes speakingnya karena diwawancara interviewer yang native speaker, nggak kayak toefl yang ngomong sama komputer.

tips:
– saat dikasih waktu 1 menit persiapan di part 2 (topic card), buat struktur yang baik untuk speechnya. bikin outline dgn poin sebanyak mungkin supaya nggak kehabisan topik
– hindari listing. sebutkan dan jelaskan (elaborasi). cerita sebanyak mungkin.
– kita boleh minta ngulang pertanyaan kalo emang belum jelas
– paraphrase pertanyaan
– kita dilihat berdasarkan kelancaran dalam berbicara, bukan opini atau akurasi. jadi kalau mau bohong juga boleh kok.
– attitude is importaaant! be expressive. body language juga harus bagus. jangan yes/no doang.

Tips terakhir:

Waktu persiapan dan pengambilan tes IELTS jangan terlalu mepet deadline daftar universitas atau beasiswa. Sediakan waktu untuk jaga-jaga kalau ternyata nilai kurang sehingga terpaksa tes lagi. Tapi ingat, masa berlaku IELTS cuman 2 tahun.

Kalau masih tidak puas dengan hasil yang didapat (terutama untuk section Speaking dan Writing) dan tidak mau ambil tes lagi, kita bisa mengajukan banding atau “remark.”

Prosesnya, kita mengajukan banding ke lembaga tempat kita tes (max 4 minggu setelah nilai keluar atau 6 minggu setelah tgl tes). Nanti kita akan diminta membayar 160 AUD sebagai deposit. Hasil tes kita akan dikirim ke Australia untuk dinilai ulang oleh reviewer senior. Kalau hasilnya berubah jd lebih tinggi, uangnya akan dikembalikan. Kalau hasilnya tetap, depositnya hangus. Tapi worth to try sebagai alternatif dari tes ulang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.