Uncategorized

FAQ: Nikah Online dan Visa Australia

Halo! Berhubung dalam setahun terakhir ini saya sering banget dapat pertanyaan terkait serba-serbi menikah secara online dan juga cara masuk Australia dari pasangan yang mengalami nasib serupa, dan sejujurnya saya sudah kehabisan energi untuk jawab pertanyaan satu-satu, saya tuangkan langsung semuanya di blogpost ini ya! Semoga bisa cukup menjawab pertanyaan dan penasaran teman-teman. šŸ˜‰

Q: Kak, aku dan pasanganku sekarang juga LDR terpisah negara dan kami ingin menikah secara sah. Cara menikah online bagaimana sih dan apa prosedurnya?

A: Pertama-tama, harus digarisbawahi bahwa dalam pernikahan online kami kemarin dilakukan secara agama Islam karena kami berdua Muslim.

Kedua, kami menikah secara agama. Dengan kata lain, saat itu kami menikah siri dan tidak dicatatkan ke KUA. Jadi bagi teman-teman yang menanyakan bagaimana mencatatkan pernikahan online ke KUA, mohon maaf saya tidak bisa menjawab karena memang tidak kami catatkan.

Terakhir, untuk prosedur: kami mengikuti pendapat alim agama yang kebetulan dari latar belakang Muhammadiyah. Jadi dengan pendapat tersebut, kami melakukan ijab qobul secara langsung antara pengantin pria/suami saya dengan wali (Ayah) saya via Zoom. Intinya seperti ijab qobul biasa saja tapi nggak ada jabat tangan dan via layar.

Kemudian untuk saksi nikah yang biasanya hanya dua orang (satu dari pihak perempuan dan satu dari pihak laki-laki) untuk menikah jarak jauh ini kami harus menyiapkan empat orang saksi (dua yang berada di lokasi pihak laki-laki dan dua lagi berada di lokasi pihak perempuan).

Syarat sah lainnya selain ijab qobul dan saksi adalah mahar jadi kami menggunakan sistem transfer uang (alih alih emas, alat sholat dan sebagainya) karena situasi yang berjauhan dan tidak bisa menyerahkan maharnya secara langsung.

Harap dicatat setahu saya prosedur berdasarkan tradisi NU atau aliran lainnya, ada pendapat berbeda lagi jadi silakan didiskusikan dengan ustad/kiai yang teman-teman ikuti.

Q: Kak, jadi kalau menikah online begini diakui KUA nggak ya? Caranya nikah online dengan pakai penghulu dari KUA bagaimana?

A: Waktu saya melakukan nikah ini di bulan Juni 2020, cara pernikahan jarak jauh via online tidak diakui oleh KUA dan juga tidak difasilitasi oleh penghulu KUA. Saat itu tidak urgent bagi kami untuk dicatatkan di KUA dan mendapat buku nikah karena situasi COVID yang tidak memungkinkan ā€” selain itu karena pandemi dan situasi yang berjauhan tidak memungkinkan untuk mengurus administratif pernikahan di KUA. Jadi tujuan kami saat itu supaya sah secara agama Islam saja dulu. Kalau mau tahu bagaimana pendapat dari KUA sekarang terkait pengakuan nikah online ini silakan saja ditanyakan langsung ke KUA terdekat.

Q: Kak, jadi kalau begitu sampai sekarang pernikahannya nggak legal dong? Bagaimana kalau ada apa-apa?

A: Saya tidak mempromosikan nikah siri secara permanen yang berpotensi merugikan perempuan dan anak-anak hasil pernikahan siri ya. Pernikahan saya sekarang sudah legal menurut hukum Australia, karena setelah saya sampai di Australia kami menikah lagi secara resmi di masjid dengan penghulu terdaftar dan sudah mendapatkan sertifikasi pernikahan dari pemerintah Australia. Rencananya nanti sertifikat ini akan saya bawa ke Konsulat Jenderal RI untuk dicatatkan di pencatatan sipil Indonesia juga.

Pernikahan kami secara legal di Melbourne, Desember 2020

Q: Kak, cara masuk Australia selama COVID-19 kemarin bagaimana?

A: Pertama-tama, karena perbatasan Australia hingga kini masih ditutup dari negara luar jadi tidak semua orang bisa masuk Australia selama masa Covid-19 ini. Untuk orang yang bukan warga negara atau Permanent Resident (PR) Australia, harus: 1) memiliki alasan khusus kenapa perlu diberi izin masuk Australia, dan 2) apply exemption untuk diberi izin masuk Australia. Tiap aplikasi exemption ini akan direview dengan case-by-case basis. Jadi mereka bisa menolak atau menyetujui setiap aplikasi, sesuka mereka.

Lalu bagaimana cara saya sendiri bisa masuk Australia kemarin?

Poin penting: kebetulan saat masuk Australia saya masih punya visa turis yang masih aktif, dan baru mengajukan aplikasi visa partner setelah sampai di Australia. Jadi saya kurang tahu bagaimana situasinya untuk mereka yang belum punya visa.

Poin penting kedua: saya masuk ke Australia dengan alasan family reunion dengan warga negara Australia, karena suami saya warga negara Australia yang berdomisili di Australia. Jadi kalau pasanganmu tinggal di Australia tapi bukan warga negara atau PR Australia, sepertinya kemungkinan untuk disetujui akan sangat kecil.

Poin penting ketiga: dalam menyiapkan aplikasi untuk exemption kemarin, kami didampingi oleh pengacara imigrasi atau immigration lawyer. Jadi sistemnya adalah mereka menginformasikan apa saja dokumen yang dibutuhkan, kami menyiapkan dokumen-dokumen tersebut, lalu mereka mengecek kembali, dan kalau sudah oke, mereka yang submit ke departemen imigrasi.

Q: Kak, apa harus pakai pengacara imigrasi? Biayanya berapa? Recommended nggak?

A: Kalau saya ditanya apa tips untuk bisa lolos exemption, jujur jawaban saya cuman: kalau bisa dan ada uangnya, pakai jasa agen imigrasi atau pengacara imigrasi. Karena mereka membantu banget. Misalnya, saya sampai sekarang nggak tahu apa alamat website untuk submit exemption karena mereka semua yang mengurus. Nggak perlu googling apa saja dokumen yang diperlukan karena mereka kasih list-nya. Nggak usah terlalu deg-degan salah dokumen karena mereka mengecek ulang semua dokumen. Saya cuman perlu submit satu kali aplikasi dan langsung granted. Tapi saya baru tahu belakangan kalau teman-teman Indonesia lain banyak yang bolak-balik ditolak aplikasinya sampai harus apply berulang kali.

Untuk biayanya, ya, memang mahal. Rata-rata sekitar AUD 5,000 – 10,000. *ketawa pahit*

Tapi kalau misalnya terlalu berat, teman-teman bisa juga kok booking konsultasi sejam dengan agen imigrasi atau pengacara imigrasi untuk diskusi tentang kasus spesifikmu dan pasangan. Harganya tentu nggak semahal kalau kita sewa jasa mereka.

Q: Kak, agen imigrasinya pakai siapa?

A: Saya pakai firma hukum imigrasi Clothier Anderson, yang berdomisili di Melbourne dan katanya salah satu yang terbaik di Australia. Silakan dicek situs mereka, ada informasi tarif jasa mereka juga. Oh ya, meskipun pasangan saya juga berdomisili di Melbourne, tapi seringkali tidak berpengaruh kok agen/pengacara imigrasi kita berdomisili di mana karena semua prosesnya dilakukan secara online.

Q: Kak, ada tips untuk apply exemption ngga supaya bisa lolos?

A: Saya nggak punya tipsnya karena kebanyakan dibantu oleh pengacara. Tapi sebagai penjelasan, proses apply exemption itu mirip banget dengan proses apply visa partner. Jadi semacam apply partner visa mini gitu. Intinya kita harus membuktikan kalau kita memang partner betulan (legitimate partner), misalnya istri atau pacar yang sudah lebih dari dua tahun berhubungan. Cara membuktikannya dengan apa? Teman-teman bisa googling list dokumen persyaratan partner visa, tapi contohnya termasuk foto-foto kebersamaan, bukti email atau chat, surat dukungan dari teman atau keluarga (yang WN Australia juga bukan WNI), dan sebagainya.

Q: Kak, saya dan pasangan belum menikah. Apakah memungkinkan untuk apply exemption?

A: Pemerintah Australia tidak mempermasalahkan status nikah pasangan, yang penting bisa membuktikan kalau hubungan kalian legit dan sudah lebih dari dua tahun. Tapi untuk pendapat yang lebih akurat dan spesifik untuk situasimu, silakan konsultasi dengan ahli/agen imigrasi Australia.

Q: Kak, saya mau apply exemption tapi saya belum punya visa Australia, bagaimana ya?

A: Maaf, saya tidak tahu. Kebetulan saat itu saya sudah punya visa turis yang masih aktif dan baru apply visa partner setelah sampai Australia, jadi tidak ada masalah. Saya juga tidak tahu apakah saat ini pelayanan visa untuk Australia di Indonesia masih berjalan. Mungkin bisa dikonsultasikan dengan pihak pelayanan visa langsung atau agen imigrasi.

Q: Kak, kalau sudah bisa masuk Australia wajib karantina ya? Bayar nggak ya?

A: Ya. Per tanggal penulisan artikel ini (Agustus 2021), semua orang yang datang dari luar Australia wajib melakukan karantina di hotel yang diatur pemerintah selama dua minggu, dengan biaya ditanggung sendiri. Biaya karantina hotel sebanyak AUD 3,000 untuk satu orang, sudah termasuk makan 3x sehari.

Okay, kira-kira begitu dulu ya. Semoga membantu teman-teman semua! Semangat dan semoga lancar semua rencananya. šŸ™‚

2 thoughts on “FAQ: Nikah Online dan Visa Australia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.